Alperklinas.WahanaNews.co | Sejumlah pengamat meminta pemerintah dan PT PLN (Persero) transparan soal konversi LPG 3 kg ke kompor listrik, termasuk mengenai Miniature Circuit Breaker (MCB).
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyarankan pemerintah untuk mengkomunikasikan program konversi kompor listrik ini dengan terbuka dan menyeluruh sehingga masyarakat tidak bingung.
Baca Juga:
Dorong Kemandirian dan Konversi Energi, ALPERKLINAS Dukung Percepatan Peralihan Semua Sektor Khususnya Kompor dan Kendaraan ke Tenaga Listrik
"Saran saya ke pemerintah dan PLN, komunikasikan program konversi ini secara utuh, jangan sepotong-sepotong dan bikin masyarakat bingung," ujar Fabby melansir dari CNNIndonesia.com, Kamis, (22/9).
Ia juga menyarankan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) dalam program konversi ini. Pokja nantinya dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Managing Director Political Economy and Policy Studies Anthony Budiawan meminta PLN lebih transparan terutama mengenai MCB. Ia mengatakan penggantian MCB menjadi 3.500 watt sama saja dengan menaikkan daya listrik.
Baca Juga:
PLN Edukasi Kompor Listrik di Adhyaksa Sangihe Expo 2023
"PLN seharusnya lebih transparan dan mendidik: mengganti MCB menjadi 3,500 watt (16 ampere, C16) pada prinsipnya menaikkan daya, mengakibatkan biaya pemakaian listrik melonjak," tulisnya di Twitter, Kamis (22/9).
Anthony mengatakan jika biaya pemakaian listrik melonjak, maka masyarakat tidak mampu membayar dan bisa berujung pada kemiskinan.
"Kalau sampai itu terjadi, PLN dan Banggar harus tanggung jawab. PLN harus menjamin ketersediaan listrik bagi pengguna kompor listrik hasil konversi kompor gas, meskipun mereka tidak mampu membayar tagihan pemakaian listrik atau mengisi token listrik, akibat daya listrik naik," tulisnya.