Ada pula warganet yang menilai kompor induksi layak digunakan untuk jenis makanan yang simple dan proses memasak sebentar. Beda halnya dengan jenis masakan Indonesia, bahkan berdampak boros energi.
"Induksi ya karena jenis makanannya yang simpel dan proses memasaknya sebentar. Hal itu agak sulit diterapkan ke masakan Indonesia yang kebanyakan proses masaknya lama. Pemerataan panas pada kompor induksi gak cocok dengan masakan Indonesia. Malah akan lebih boros energi listrik," ujar akun @nurfiadi1.
Baca Juga:
PLN Luncurkan Program Gelegar SwaCAM, ALPERKLINAS: Ini untuk Bangun Kemandirian Konsumen Listrik
Akun @snogthenbite justru berkomentar soal kesulitan memasak makanan khas Sumatera Barat, seperti rendang, menggunakan kompor induksi.
Sebagai informasi, rendang yang merupakan makanan khas asal Sumatera Barat diolah di tungku perapian terbilang lama, yaitu sekitar 4 jam sampai 5 jam.
Sebelumnya, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan sedang melakukan uji coba konversi LPG 3 kg ke kompor listrik.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Gelar Apel Penyalaan Serentak Pasang Baru dan Tambah Daya 1.700 Pelanggan
Uji coba dilakukan di tiga kota, yakni Denpasar, Solo, dan salah satu kota di Sumatera.
"Ini uji coba untuk melihat penerimaan masyarakat sekaligus mempelajari aspek tekniknya, misalnya berapa kapasitas daya tungku yang cocok," imbuh Dadan. [tum]